Bisnis
Bukan Cuma Kelapa! Ini Potensi Hasil Perikanan Inhil yang Bisa Diolah Jadi Produk Bernilai Jual
Tak hanya dikenal dengan perkebunan kelapa, Kabupaten Indragiri Hilir juga memiliki potensi perikanan yang menjanjikan. Dari udang nenek hingga produk olahan, peluang usaha lokal terbuka untuk dikembangkan.
Instainhil · 22 Oktober 2026, 14:47 WIB
Bagikan artikel
TEMBILAHAN, INSTAINHIL.COM – Kalau mendengar Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil),
perkebunan kelapa mungkin menjadi hal pertama yang terlintas di pikiran.
Namun, daerah yang memiliki kawasan pesisir, muara, dan perairan ini juga menyimpan potensi ekonomi dari sektor perikanan.
Mulai dari hasil tangkapan nelayan hingga produk olahan yang bisa dipasarkan lebih luas, sektor
perikanan menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat Inhil.
Menariknya, potensi tersebut bukan hanya soal menjual ikan segar. Dengan pengolahan yang
tepat, hasil perikanan juga bisa dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah yang
membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Lalu, apa saja potensi yang bisa dikembangkan dari sektor perikanan Inhil?
Udang Nenek, Salah Satu Potensi Perikanan Unggulan Inhil
Salah satu komoditas yang menarik perhatian adalah udang nenek atau udang ketak, yang
dikenal secara ilmiah sebagai Squilla harpax.
Berdasarkan informasi Dinas Perikanan Kabupaten Indragiri Hilir pada Februari 2026, udang
nenek menjadi salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Komoditas ini banyak ditemukan di wilayah pesisir dan muara, terutama di Kecamatan Concong,
Kuala Indragiri, Mandah, dan Tanah Merah.
Dalam informasi yang dipublikasikan tersebut, Kecamatan Concong disebut sebagai salah satu
sentra penangkapan udang nenek terbesar di Inhil.
Udang nenek memiliki peluang pasar di dalam maupun luar daerah.
Dinas Perikanan Inhil jugamenyebutkan bahwa komoditas ini telah dipasarkan ke sejumlah wilayah, termasuk Batam, Jakarta, hingga Singapura.
Hal ini menunjukkan bahwa hasil perikanan lokal berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas,
selama kualitas produk, penanganan, dan distribusinya dapat dijaga.
Bagi masyarakat pesisir, komoditas tersebut bukan sekadar hasil tangkapan, tetapi juga bagian
dari sumber penghidupan yang perlu dikelola secara berkelanjutan.
Ikan dan Udang Bisa Diolah Menjadi Produk Bernilai Tambah
Menjual hasil tangkapan dalam kondisi segar merupakan salah satu cara memperoleh
pendapatan dari sektor perikanan.
Namun, peluang usaha juga dapat dikembangkan melalui pengolahan bahan baku menjadi produk siap konsumsi.
Ikan, misalnya, bisa diolah menjadi kerupuk ikan, ikan asin, abon ikan, maupun berbagai
makanan ringan.
Sementara itu, udang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku terasi, kerupuk udang, dan
produk olahan lainnya.
Produk-produk tersebut memiliki karakteristik, kebutuhan pengolahan, dan target pasar yang
berbeda. Karena itu, pelaku usaha perlu menentukan jenis produk berdasarkan ketersediaan
bahan baku, keterampilan produksi, serta kebutuhan konsumen.
Salah satu contoh yang relevan dengan Inhil adalah usaha pengolahan terasi udang di Desa
Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah.
Penelitian yang dipublikasikan pada 2021 dalam jurnal Coastal and Ocean Journal membahas
pemasaran terasi udang di desa tersebut. Kajian ini memperlihatkan bahwa hasil perikanan lokal
telah dimanfaatkan sebagai bahan baku usaha pengolahan oleh masyarakat.
Pengolahan seperti ini memberikan gambaran bahwa komoditas perikanan dapat memiliki jalur
ekonomi selain dijual langsung dari nelayan kepada pembeli.
Amplang Udang, Peluang Produk untuk Pasar yang Lebih Luas
Selain terasi, produk makanan ringan berbahan udang juga menarik untuk dikembangkan.
Salah satunya adalah amplang udang, yaitu makanan ringan yang dapat dipasarkan dalam
kemasan untuk konsumsi pribadi maupun oleh-oleh.
Produk seperti ini berpotensi menjangkau konsumen yang lebih luas karena relatif mudah
dibawa dan dapat dipasarkan melalui toko, pusat oleh-oleh, maupun saluran penjualan daring.
Penelitian mengenai industri rumah tangga pengolahan amplang udang di Tembilahan Kota juga
menunjukkan adanya aktivitas usaha pengolahan hasil perikanan di wilayah tersebut.
Meski demikian, agar mampu bersaing, pelaku UMKM perlu memperhatikan sejumlah aspek,
mulai dari konsistensi rasa, tekstur, kebersihan produksi, daya tahan produk, hingga desain
kemasan.
Identitas merek juga penting. Produk dengan nama yang mudah diingat dan informasi kemasan
yang jelas akan lebih mudah dikenali konsumen.
Bagi pelaku usaha yang ingin memperluas pasar, promosi melalui media sosial dan marketplace
dapat menjadi salah satu strategi yang patut dicoba.
Anak Muda Inhil Bisa Ikut Mengembangkan Produk Perikanan
Pengembangan sektor perikanan bukan hanya tanggung jawab nelayan atau pelaku usaha
pengolahan.
Anak muda juga memiliki peluang untuk berkontribusi melalui keterampilan digital, kreativitas,
dan kemampuan pemasaran.
Misalnya, membantu UMKM membuat foto produk yang menarik, menyusun katalog digital,
mengelola media sosial, atau membuat video pendek tentang proses produksi makanan khas
daerah.
Konten yang memperlihatkan perjalanan bahan baku dari hasil tangkapan hingga menjadi
produk siap jual dapat membantu memperkenalkan usaha lokal kepada calon konsumen.
Anak muda yang tertarik berwirausaha juga dapat mempelajari pengolahan makanan berbahan
ikan atau udang dengan memulai dari skala kecil.
Namun, sebelum memasarkan produk pangan, pelaku usaha perlu memperhatikan standar
kebersihan, keamanan pangan, perizinan yang sesuai, serta ketentuan label dan kemasan.
Dengan pendekatan yang tepat, kreativitas digital bisa menjadi pelengkap bagi keterampilan
produksi yang telah dimiliki masyarakat.
Tantangan yang Perlu Diperhatikan
Meski memiliki peluang, pengembangan usaha berbasis hasil perikanan tetap menghadapi
sejumlah tantangan.
Salah satunya adalah menjaga mutu bahan baku setelah ditangkap. Ikan dan udang merupakan
bahan pangan yang mudah mengalami penurunan kualitas apabila tidak ditangani dan disimpan
dengan baik.
Ketersediaan bahan baku juga dapat dipengaruhi oleh musim, kondisi perairan, dan aktivitas
penangkapan.
Di sisi pengolahan, pelaku usaha perlu memastikan proses produksi dilakukan secara higienis
dan menghasilkan produk dengan kualitas yang konsisten.
Sementara itu, dari sisi pemasaran, persaingan dengan produk dari daerah lain menuntut pelaku
UMKM untuk memiliki keunggulan yang jelas, baik dari segi rasa, kualitas, kemasan, maupun
cerita produk.
Pengembangan usaha juga perlu memperhatikan keberlanjutan sumber daya perikanan.
Pemanfaatan hasil tangkapan harus berjalan seiring dengan praktik penangkapan yang
bertanggung jawab agar potensi perairan tetap terjaga.
Potensi Perikanan Inhil Perlu Terus Dikembangkan
Kabupaten Indragiri Hilir memiliki beragam potensi ekonomi yang tidak hanya berasal dari
perkebunan, tetapi juga dari sektor perikanan dan pengolahan hasil laut.
Udang nenek, hasil tangkapan ikan, terasi udang, dan produk olahan lainnya memperlihatkan
beragam jalur pemanfaatan komoditas perikanan untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan melalui
peningkatan kualitas, inovasi produk, akses pemasaran, dan penguatan usaha masyarakat.
Kolaborasi antara nelayan, pelaku UMKM, pemerintah, serta generasi muda dapat membantu
memperluas peluang tersebut.
Bagi anak muda yang ingin memulai usaha, sektor ini bisa menjadi ruang untuk belajar sekaligus
mengembangkan produk yang dekat dengan potensi daerah sendiri.
Jadi, potensi Inhil bukan cuma soal kelapa. Dari perairan pesisir hingga produk olahan, sektor
perikanan juga menyimpan peluang yang layak dikenal dan dikembangkan bersama.
Share Poster Artikel
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan artikel ini sebagai poster portrait agar lebih menarik saat diteruskan ke WhatsApp. Jika share gambar tidak didukung browser, download poster lalu kirim bersama caption.